Diet Ginjal Bocor

Sindroma nefrotik atau ginjal bocor merupakan suatu sinrom yang ditandai dengan proteinuria, hipoalbuminemia, hiperlipidemia, dan edema. Sindrom ini dapat terjadi karena faktor yang menyebabkan permeabilitas glomerulus.  Penatalaksanaan pada pasien dengan ginjal bocor adalah dengan diet ginjal bocor dan selain itu dengan cara dibawah ini :

  1. Pemantauan cairan dengan mengkaji ketidakseimbangan elektrolit seperti hipokalemia, hiponatremia, dan hipernatremia.
  2. Pemberian nutrisi yang adekuat, yaitu tinggi kalori, tinggi protein dan menurunkan jumlah natrium (mengurangi makanan yang mengandung tinggi natrium).
  3. Pemberian perawatan kulit dengan memandikan anak dengan sering, mengeringkan daerah yang lembab, mengatur atau mengubah posisi dengan sering serta menggunajan bantal penipang untuk menghindari kerusakan pada daerah penonjolan.
  4. Oenatalaksanaan medus dalam pemberian kortikosteroid, diuretic, dan retriksi natrium.

Diet ginjal bocor yang sudah dilakukan penelitiannya juga menemukan bahwa diet tinggi protein yang diberikan pada pasien penderita ginjal bocor akan menyebabkan fungsi filtrasi glomerulus (GFR)  meningkat dan filtrasi glomerulus terhadap prpotein dapat menurunkan kadar albumin plasma. Peningkatan permeabilitas glomerulus terhadap makromolekul berakibat peningakatan proteinuria lebih lanjut sehingga terjadi keseimbangan protein negative dan kadar albumin serum yang rendah akan menetao. Protein yang dianjurkan pada penderita penyakit ginjal bocor adalah sekitar 2 gr/kgBb/hari. Bentuk makanan diet tinggi protein rendah garam (DTPRG) yang disajikan dapat berupa makanan yang biasa atau makanan lunak tergantung dari keadaan penderita.

Berbagai bentuk roti yang diolah dari soda kue, garam dapur, mentega dan margarine diperkenankan buat penderita. Demikian pula lauk pauk atau makanan kecil, sayur mayor yang diasinkan dan bumbu vetsin, ragi, saus, tomat serta kerupuk yang mengandung garam atau vetsin yang tidak diperkenankan dihidangkan kepada penderita. Bahan makanan yang diperkenankan adalah segala bentuk bahan makanan sumber zat tenaga seperti padi-padian, umbi-umbian, kacangang-kacangan, dan produknya serta bahan makanan berupa gula, minyak atau santan dan bahan makanan yang sudah dihilangkan garamnya seperti margarine, mentega. Segala bahan makanan sumber zat pembangun yakni protein hewani dan nabati serta produknya yang masih segar dan tidak diasinkan diperkenankan untuk dipakai.

Segala sumber makanan zat pengatur pada diet ginjal bocor yang berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar dan yang diawetkan tanpa garam, natrium benzoate dan soda dapat dipergunakan untuk penderita sindroma nefrotik atau ginjal bocor. Segala macam bumbu boleh dipakai asalkan tidak mengandung natrium dan garam dibatasi sejumlah yang ditentukan. Minuman yang diperkenankan adalah, teh, sari buah. Pada sindroma nefrotik atau ginjal bocor, terjadi penurunan kadar protein darah, keberadaan protein dalam air seni, kenaikan kadar kolesterol darah, sembab yang berat dan gangguan pembekuan darah. Diet pada sinrom nefrotik sendiri adalah diet tinggi protein untuk mengganti protein yang hilang melalui air seni.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Ginjal Bocor

Tugas ginjal pada prinsipnya adalah mengatur volume dan komposisi cairan tubuh, selain itu juga berfungsi sebagai alat pembuangan sisa metabolisme dalam tubuh. Pada ginjal yang sedang sakit, fungsi sejumlah nefron akan menurun. Ini mengakibatkan sisa metabolisme tubuh dalam darah mengikat dan kemampuan ginjal mengatur volume dan komposisi cairan serta elektrolit terganggu. Konsep pemberian nutrisi dalam menangani penderita hendaknya dijamin agar tidak memberatkan kerja ginjal, membantu mengurangi kadar ureum dan kreatinin darah, serta meencegah atau mengurangi retensi natrium dan air dalam tubuh. Pemberian nutrisi pada sindroma nefrotik atau ginjal bocor  bertujuan mengganti proetein yang keluar bersama air kemih. Dengan demikian tumbuh kembang anak diupayakan agar berjalan dengan optimal.

Penyakit ginjal yang biasa terdapat pada anak-anak, sindroma nefrotik atau ginjal boro, glomerulonefritis, kegagalan faal ginjal akut dan kronik. Susunan diit yang akan diberikan kepada masing-masing penderita disesuaikan dengan kelainan fungsi faal ginjal penyakitnya. Sindroma nefrotik atau ginjal bocor adalah keadaan yang secara kilnis ditandai oleh gejala yang khas, yakni proteinuria yang berat (>40 mg/m2/jam) dan tanda-tanda hipoalbuminemia (<2.5 g/dL), biasanya disertai sembab dan hiperkolesterolemia yang secara umum disebut hiperlipedemia. Kadang-kadan disertai pula hematuria, hipertensi dan berkurangnya fungsi filtrasi glomerulus. Tekanan onkomotik akan terus berkurang bila kadar albumin <2 gr/dL, selain itu, fungsi ekskresi juga terganggu sehingga sembab bertambah berat sebab terjadi retensi natrium dan air.

Persyaratan diit sinroma nefrotik atau ginjal bocor (Diit Tinggi Protein Rendah Garam) adalah :

  1. Kalori disesuaikan dengan kebutuhan menurut umur dan berat badan
  2. Protein tinggi, 3-4 gr/kg BB/hari.
  3. Lemak cukup, tapi rendah kolesterol (dapat diberikan susu non lemak) Diir penurunan lipid (kolesterol < 200 mg/hari, lemak < 30% dari kalori total, dan asam lemak tidak jenuh 10% dari jumlah seluruh kalori). Diit vegetarian yang mengandung kedelai dengan asam amino esensial efektif menurunkan hiperlipidemia dan disertai pula penurunan proteinuria.
  4. Natrium rendah (0,5-1 gr/hari) sesuai beratnya retensu Na dan air.
  5. Caoan dibatasi selama masih ada sembab dan hiponatremia.
  6. Votamin dan mineral diberikan cukup terutama kalsium dan vitamin D kecuali natrium.
  7. Bumbu penyedap dipilih yang tidak mengandung natrium.

Catatan : masukkan protein 3,5 gr/kg Bb/hari dan cukup kalori akan menyebabkan sitesis albumin dan balans nitrogen positip maksimal pada penderita sindroma nefrotik atau ginjal bocor anak.

Tetapi akhir-akhir ini ada pendapat yang menyatakan bahwa masukan protein 1-2 gr/kgBB/hari diterima lebih mudah dibandingan dengan diit tinggi protein. Oleh karenanya satu bentuk diit kombinasi dari protein kualitas tinggi dengan jumlah yang sama dan masukan kalori yang lebih tinggi 20-50% diatas kebutuhan normal saat istirahat (resting reuirement) dinilai cukup untuk penderita sindroma nefrotik pada anak. Tinggi energy diperlukan untuk mencegah pemecahan protein sebagai sumber energi.

Posted in Ginjal Bocor | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Ginjal Bocor Pada Anak-Anak

Sindrom nefrotik atau nefrosis atau gnjal bocor bukan satu penyakit, tetapi sekelompok gejala, termasuk albuminuria, hipoalbuminuria, edema, hiperlipidemia, dan lipuria. Sindrom nefrotik dikaitkan dengan reaksi alergi (gigitan serangga, serbuk sari, dan glomerulonefritis akut), infeksi (herpes zoster), penyakit sistemik (diabetes melitus), masalah sirkulasi (gagal jantung kongestif berat), kanker (penyakit Hodgkin, paru, kolon, dan mamma), transplantasi ginjal, dan kehamilan. Sekitar 50-75% individu dewasa dengan sindrom nefrotik akan mengalami kegagalan ginjal dalam lima tahun. M Etiologi sindrom nefrotik ata ginjal bocor pada anak-anak adalah idiopatik. Sindrom nefrotik sering ditemukan pada anak-anak. Sekitar 70-80% kasus nefrosis terdiagnosis sebelum mereka mencapai usia 16 tahun. Insiden tertinggi adalah pada usia 6-8 tahun.

Perubahan fisiologi awal sindrom nefrotik atau ginjal bocor pada anak-anak adalah perubahan sel pada membrane dasar glomerulus. Hal ini mengakibatkan membrane tersebut menjadi hiperpermeabel (karena berpori-pori) sehingga banyak protein yang terbuang dalam urine (proteinuria). Banyaknya protein yang terbuaang dalam urin mengakibatkan albumin serum menurun (hipoalbuminuria). Kurangnya albumin serum mengakibatkan berkurangnya tekanan osmootik serum. Tekanan hidrostatik kapiler dalam jaringan seluruh tubuh menjadi lebih tinggi darupada tekanan osmotic kapiler. Oleh karena itu, terjadi edema diseluruh tubuh. Semakin banyak cairan yang terkumpul dalam jaringan (edema). Semakin berkurang volume plasma yang menstimulasi sekresi aldosteron untuk menahan natrium dan air. Air yang ditahan juga akan keluar dari kapiler dan memperberat edema.

Manifestasi klinis dari sindrom nefrotik atau ginjal bocor pada anak-anak adalah edema berat diseluruh tubuh (anasarka), proteinuria berat, hipoalbuminuria, dan hiperlipidemia. Pasien juga mengalami anoreksia, dan merasa cepat lelah. Pasien wanita dapat mengalami amenorea. Penanggulangan ginjal bocor pada anak-anak difokuskkan pada pengendalian edema, penurunan proteinuria, dan pertahanan kesehatan umu pasien. Selain itu pemeriksaan periodic proteinuria dan fungsi ginjal dilakukan untuk mengevaluasi respons pasien terhadap pengobatan yang diberikan. Urinalis dilakukan untuk mengetahui adanya protein, casts, dan eritrosit. Pemeriksaan umum protein dan analisis lipid juga dilakasanakan. Pada pasien ini terjadi hiperlipidemia serta peningkatkan serum kolesterol dan trigliserida. Terapi steroid biasanya diberikan. Obat pilihannya adalah prednisone. Sekitar 50-60% pasien mengalami eksaserbasi ketika oabt prednisone mulai dkurangi dosisnya (tapering). Obat imunosepresan efektif untuk menghentikan proteinuria. Untuk pasien yang tidak  menunjukkan respons terhadap prednisone, imunosepresan siklofosfamid (Cytoxan) dapat diberikan. Obat diuretic dapat diberikan dengan hati-hati.

Tidak ada tindakan yang spesifik. Infeksi harus divegah karena daya tahan tubuh pasien menurun. Banyak protein yang terbuang dalam urine dan terjadi edema yang berat yang dapat mengancam integritas kulit. Obat imunosepresan yang diberikan kepada pasien juga dapat membuat daya tahan tubuh menurun. Torasentesis atau parasentesis dapat dilakukan apabila banyak cairan yang terkumpul dalam celah pleura atau rongga abdomen. Prosedur ini hanya dapat mengurangi rasa sesak dan dispnea yang berat.

Posted in Ginjal Bocor | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Ginjal Bocor Diabetes

Ginjal manusia terdiri dari dua juta nefron dan berjuta-juta pembuluh darah kecil-kecil yang disebut kapiler. Kapiler ini berfungsi sebagai saringan darah. Bahan yang tidak berguna bagi tubuh akan dibuang ke urine atau kencing. Ginjal bekerja 24 jam sehari untuk membersihkan darah dari racun yang masuk ked an yan dibentuk oleh tubuh. Bila ada nefropati atau kerusakan ginjal, racun jtidak dapat dikeluarkan, sedagkan protein yang seharusnya dipertahankan ginjal bocor keluar. Karena kapiler yang begitu banyak sehingga kerusakan kecil sering tidak menimbulkan keluhan dan dalam pemeriksaan fungsinya di darah, ginjal seringkali masih tampak normal. Pasien biasanya baru mengeluh bila kerusakan ginjal sudah mencapai 80%. Dilaporkan lebih dari 3 diantara 10 persen pasien diabetes tipe 1 mengalami kerusakan ginjak, dan menderita ginjal bocor diabetes. Dan sekitar 1 dari 10penderita diabetes tipe 2 akan mendapatkan gangguan pada ginjalnya.

Kerusakan saringan ginjal timbul akibat glukosa darah yang tinggi (umumnya fdiatas 200 mg.dl) lamanya diabetes yang diperberat oleh tekanan darah yang tinggi (tekanan darah sistolik diatas 130 mg dan diastolic diatas 90 mg). Makin lama terkena diabetes dan makin lama terkena tekanan darah tinggi, pasien makin mudah mengalami kerusakan ginjal, salah satunya adalah ginjal bocor diabetes.

Penyakit diabetes adalah penyebab paling sering terjadinya gagal ginjal. Dibandingkan dengan orang tanpa diabetes, penderita diabetes akan 20 kali lebih sering mengalami kerusakan ginjak. Kontrol glukosa dan tekanan darah yang ketat akan mencegah seseorang terkena gagal ginjal yang bisa berakibat fatal. Begitu adan kerusakan ginjal seperti ginjal bocor diabetes, tidak ada obat yang mampu menolongnya. Yang bisa dilakukan ahanyalah mengaur glukosa darah, mengatur tekanan darah, upaya diet, dan obat penunjang lain agar kerusakan ginjal tidak bertambah parah.  Gagal ginjak (kidney failure) yang parah atau disebut sebagai endstage renal disease hanya bisa ditolong dengan cuci darah atau dialysis dan cangkok ginjal. Dialisis adalah cara pembersihan darah dari racun dengan mesin atau artificial kidney. Cangkok ginjl lebih efektif dan member harapan bagi suatu perubahan gaya hidup baru, tetapi kadang bisa muncul reaksi penolakan tubuh terhadap ginjal baru dan harus minum obat dalam jangka panjang untuk menjaga system kekebalan tubuh. Biaya pengobatan diabetes dengan komplikasi nefropati sangat besar dan terus membengkak. Penderita harus mengonsumsi banyak obat, harus melakukan periksa darah lebih banyak dan lebih sering, harus ke dokter lebih sering. Belum lagi bila sampai perlu melakukan dialysis. Oleh karena itu, pencegahan adalah upaya paling penting dalam menghadapi kemungkinana kerusakan ginjal.

Ada bebeapa keadaan yang menyebabkan pasien diabetes lebih mudah mengalami kerusakan ginjal. Makin lama mengidap diabetes, makin besar resiko ginjalnya mengalami kerusakan. BIla control glukosa dipertahankan terus dan terkontrol dengan baik setiap hari, kecil kemungkinannya pasien terkena nefropati.

Posted in Ginjal Bocor | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab dan Resiko dari Ginjal Bocor

Ginjal bocor dalam dunia medis disebut dengan sindrom nefrotik yang berarti terjadinya penimbunan dari gejala-gejala rusaknya ginjal yang menyangkut dalam organ ginjal, sehingga ginjal tidak mampu bekerja secara optimal. Ginjal bocor bukan berarti ginjal yang terdapat lubang sehingga mengakibatkan ginjal bocor.

Penyakit ginjal bocor ini paling sering ditemui pada anak-anak atau balita yang mengalami kelainan pada fungsi organ ginjal. Ginjal bocor dapat digambarkan sebagai keluarnya protein (albumin) dari dalam tubuh melalui air kemih atau urine.

Skema tubuh apabila terjadi ginjal bocor

Albumin atau protein itu sendiri memiliki sifat sebagai penahan cairan agar tidak keluar melalui pembuluh darah dan hanya dikeluarkan melalui urine. Apabila tubuh kekurangan albumin atau protein, maka cairan akan dengan mudah merembes dan keluar melalui pembuluh darah, akibat atau efek yang terjadi tubuh akan mengalami pembengkakan yakni terjadi pada wajah, mata dan kaki.

Gejala utama yang terjadi ginjal yang bocor adalah keluarnya protein melalui urine, tubuh yang kekurangan kadar albumin atau protein normal, tubuh menjadi bengkak dan meningkatkan kadar kolesterol.

Penyebab dari ginjal bocor jika dilihat dari segi medis, yakni adanya perubahan pada lapisan atau membran yang menyimpan albumin atau protein sebagai penyaring darah, berubah karena suatu sebab.

Selain itu, adanya infeksi yang terjadi pada organ ginjal yang terlambat diketahui sehingga infeksi yang terjadi lebih parah atau semakin buruk. Infeksi yang terjadi pada ginjal yang merupakan penyebab dari ginjal bocor ini juga dapat terjadi pada wanita yang sedang dalam masa kehamilan, bahkan yang paling fatal dapat menyebabkan keguguran.

Hal tersebut dapat terjadi, dikarenakan oleh setiap wanita yang sendag dalam masa kehamilan membutuhkan nutrisi dan protein, kedua sumber tersebut menjadi sangat penting dan dibutuhkan dalam jumalh yang banyak, namun apabila kebutuhan nutrisi dan protein berkurang, maka secara otomatis asupan nutrisi ke janin berkurang dan resiko terjadinya keguguran semakin besar.

Posted in Ginjal Bocor | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Ginjal Bocor

Penyakit ginjal bocor umumnya paling sering melanda pada mereka yang masih berusia anak-anak atau balita yang baru lahir yang dikarenakan adanya kelaninan yang dibawa sejak lahir.  Gejala ginjal bocor ini sebagian besar kasus terjadi pada anak ketika usia 3-4 tahun. Sebagian besar anak-anak ini menderita bentuk sindrom nefrotik yang disebut minimal change disease, penyakit dengan perubahan minimal.

Penyakit ginjal bocor (sydrome nefrotik) berkaitan dengan kerja organ ginjal dalam hal ini saringan ginjal, bukan terdapat lubang pada ginjal sebagai penyebab kebocoran. Kebocoran disini diistilahkan dengan keluarnya protein (albumin) dari dalam tubuh melalui air kencing (urine).

Gejala utama sindrom nefrotik atau ginjal bocor ini ada empat yaitu keluarnya protein melalui urin, kekurangan kadar albumin, tubuh bengkak, dan meningkatnya kadar kolesterol.

Dalam keadaan normal, ginjal bekerja sebagai penyaring, sehingga protein tidak bisa keluar dari tubuh. Jika tubuh banyak mengeluarkan protein, otomatis kadar protein dalam tubuh pun menurun.

Sifat albumin adalah menahan agar cairan tidak keluar dari pembuluh darah. Ketika tubuh kekurangan albumin, cairan mudah merembes keluar dari pembuluh darah, menyebabkan tubuh membengkak. Jika sudah demikian, tubuh akan melakukan penyesuaian karena kekurangan albumin. Salah satunya dengan memecah lemak dari seluruh tubuh, sehingga membuat kadar kolesterol naik.

Posted in Ginjal Bocor | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Kebocoran Ginjal

Sindrom nefortik atau yang lebih dikenal dengan penyakit ginjal bocor sebenarnya bukanlah termasuk salah satu penyakit namun ditandai hanya sebagai sindrom pembawa penyakit gangguan ginjal yang memang tentunya mengganggu fungsi organ ginjal yang bekerja semakin lambat. Sindrom ginjal ini merupakan suatu kumpulan gejala atau tanda dari penyakit  yang mempengaruhi fungsi penyaringan glomerulus ginjal. Sindrom ginjal bocor diakibatkan oleh 2 penyebab. Penyebab primer berupa fakor imunologi dan penyebab sekunder yakni terjadi akibat dari diabetes, malaria atau karena pengaruh obat-obatan.

Struktur ginjal bocor

Gejala dari penyakit ginjal bocor umumnya memiliki gejala yang sama dengan penyakit ginjal lainnya, banyaknya protein yang keluar bersama urine yang membuat protein dalam darah berkurang yang juga dapat mengakibatkan perut tubuh akan mulai mengalami pembengkakan, seperti orang yang busung lapar, perut tampak seperti buncit atau gendut dengan kondisi yang tidak normal karena ginjal mengalami pembengkakan.

Bentuk kebocoran kalium ginjal yang jarang ini, ditandai oleh hipokalemia, tekanan darah normal, ketidakpekaan pembuluh darah terhadap agen pressor dan kenaikan kadar renin serta aldosteron plasma. Pada keluarga tertentu, gangguan dapat diwariskan sebagai ciri autosom resesif.

Suatu kelainan ginjal akibat penyakit tertentu seperti diabetes mellitus yang sudah ada sejak lama sebelumnya. Ditandai oleh kebocoran protein yang terdeteksi pada urinenya serta penurunan fungsi ginjal. Kebocoran protein perlu dihambat/ditekan seminimal mungkin untuk melindungi ginjal dari kerusakan-kerusakan yang lebih jauh. Selain itu juga terdapat hipertensi, peninggian kadar kolesterol/dislipidermia dan anemia karena ginjal (renal anemia).

Posted in Ginjal Bocor | Tagged , , , , , , | Leave a comment