Ginjal Bocor Pada Anak-Anak

Sindrom nefrotik atau nefrosis atau gnjal bocor bukan satu penyakit, tetapi sekelompok gejala, termasuk albuminuria, hipoalbuminuria, edema, hiperlipidemia, dan lipuria. Sindrom nefrotik dikaitkan dengan reaksi alergi (gigitan serangga, serbuk sari, dan glomerulonefritis akut), infeksi (herpes zoster), penyakit sistemik (diabetes melitus), masalah sirkulasi (gagal jantung kongestif berat), kanker (penyakit Hodgkin, paru, kolon, dan mamma), transplantasi ginjal, dan kehamilan. Sekitar 50-75% individu dewasa dengan sindrom nefrotik akan mengalami kegagalan ginjal dalam lima tahun. M Etiologi sindrom nefrotik ata ginjal bocor pada anak-anak adalah idiopatik. Sindrom nefrotik sering ditemukan pada anak-anak. Sekitar 70-80% kasus nefrosis terdiagnosis sebelum mereka mencapai usia 16 tahun. Insiden tertinggi adalah pada usia 6-8 tahun.

Perubahan fisiologi awal sindrom nefrotik atau ginjal bocor pada anak-anak adalah perubahan sel pada membrane dasar glomerulus. Hal ini mengakibatkan membrane tersebut menjadi hiperpermeabel (karena berpori-pori) sehingga banyak protein yang terbuang dalam urine (proteinuria). Banyaknya protein yang terbuaang dalam urin mengakibatkan albumin serum menurun (hipoalbuminuria). Kurangnya albumin serum mengakibatkan berkurangnya tekanan osmootik serum. Tekanan hidrostatik kapiler dalam jaringan seluruh tubuh menjadi lebih tinggi darupada tekanan osmotic kapiler. Oleh karena itu, terjadi edema diseluruh tubuh. Semakin banyak cairan yang terkumpul dalam jaringan (edema). Semakin berkurang volume plasma yang menstimulasi sekresi aldosteron untuk menahan natrium dan air. Air yang ditahan juga akan keluar dari kapiler dan memperberat edema.

ginjal-bocor-pada-anak

Manifestasi klinis dari sindrom nefrotik atau ginjal bocor pada anak-anak adalah edema berat diseluruh tubuh (anasarka), proteinuria berat, hipoalbuminuria, dan hiperlipidemia. Pasien juga mengalami anoreksia, dan merasa cepat lelah. Pasien wanita dapat mengalami amenorea. Penanggulangan ginjal bocor pada anak-anak difokuskkan pada pengendalian edema, penurunan proteinuria, dan pertahanan kesehatan umu pasien. Selain itu pemeriksaan periodic proteinuria dan fungsi ginjal dilakukan untuk mengevaluasi respons pasien terhadap pengobatan yang diberikan. Urinalis dilakukan untuk mengetahui adanya protein, casts, dan eritrosit. Pemeriksaan umum protein dan analisis lipid juga dilakasanakan. Pada pasien ini terjadi hiperlipidemia serta peningkatkan serum kolesterol dan trigliserida. Terapi steroid biasanya diberikan. Obat pilihannya adalah prednisone. Sekitar 50-60% pasien mengalami eksaserbasi ketika oabt prednisone mulai dkurangi dosisnya (tapering). Obat imunosepresan efektif untuk menghentikan proteinuria. Untuk pasien yang tidak  menunjukkan respons terhadap prednisone, imunosepresan siklofosfamid (Cytoxan) dapat diberikan. Obat diuretic dapat diberikan dengan hati-hati.

Tidak ada tindakan yang spesifik. Infeksi harus divegah karena daya tahan tubuh pasien menurun. Banyak protein yang terbuang dalam urine dan terjadi edema yang berat yang dapat mengancam integritas kulit. Obat imunosepresan yang diberikan kepada pasien juga dapat membuat daya tahan tubuh menurun. Torasentesis atau parasentesis dapat dilakukan apabila banyak cairan yang terkumpul dalam celah pleura atau rongga abdomen. Prosedur ini hanya dapat mengurangi rasa sesak dan dispnea yang berat.

Harga XAMthone Plus

Obat Ginjal Alami Untuk Mengatasi Gejala Ginjal Bocor

Harga 1 Botol XAMthone Plus isi 350mL = Rp.265.000,-

Cara Beli XAMthone Plus:

KETIK SMS: Pesan XAMThone Plus, Jumlah Botol, Nama dan Alamat Kirim Anda ( Untuk menentukan Ongkos Kirim Anda )

KIRIM SMS KE: 0852-1617-3280


=====================================

>>> Xamthone Plus Membantu Pengobatan Penyakit Ginjal, Lihat Testimoni Disini!
=====================================


This entry was posted in Ginjal Bocor and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.