Ginjal Bocor

Tugas ginjal pada prinsipnya adalah mengatur volume dan komposisi cairan tubuh, selain itu juga berfungsi sebagai alat pembuangan sisa metabolisme dalam tubuh. Pada ginjal yang sedang sakit, fungsi sejumlah nefron akan menurun. Ini mengakibatkan sisa metabolisme tubuh dalam darah mengikat dan kemampuan ginjal mengatur volume dan komposisi cairan serta elektrolit terganggu. Konsep pemberian nutrisi dalam menangani penderita hendaknya dijamin agar tidak memberatkan kerja ginjal, membantu mengurangi kadar ureum dan kreatinin darah, serta meencegah atau mengurangi retensi natrium dan air dalam tubuh. Pemberian nutrisi pada sindroma nefrotik atau ginjal bocor  bertujuan mengganti proetein yang keluar bersama air kemih. Dengan demikian tumbuh kembang anak diupayakan agar berjalan dengan optimal.

Penyakit ginjal yang biasa terdapat pada anak-anak, sindroma nefrotik atau ginjal boro, glomerulonefritis, kegagalan faal ginjal akut dan kronik. Susunan diit yang akan diberikan kepada masing-masing penderita disesuaikan dengan kelainan fungsi faal ginjal penyakitnya. Sindroma nefrotik atau ginjal bocor adalah keadaan yang secara kilnis ditandai oleh gejala yang khas, yakni proteinuria yang berat (>40 mg/m2/jam) dan tanda-tanda hipoalbuminemia (<2.5 g/dL), biasanya disertai sembab dan hiperkolesterolemia yang secara umum disebut hiperlipedemia. Kadang-kadan disertai pula hematuria, hipertensi dan berkurangnya fungsi filtrasi glomerulus. Tekanan onkomotik akan terus berkurang bila kadar albumin <2 gr/dL, selain itu, fungsi ekskresi juga terganggu sehingga sembab bertambah berat sebab terjadi retensi natrium dan air.

Persyaratan diit sinroma nefrotik atau ginjal bocor (Diit Tinggi Protein Rendah Garam) adalah :

  1. Kalori disesuaikan dengan kebutuhan menurut umur dan berat badan
  2. Protein tinggi, 3-4 gr/kg BB/hari.
  3. Lemak cukup, tapi rendah kolesterol (dapat diberikan susu non lemak) Diir penurunan lipid (kolesterol < 200 mg/hari, lemak < 30% dari kalori total, dan asam lemak tidak jenuh 10% dari jumlah seluruh kalori). Diit vegetarian yang mengandung kedelai dengan asam amino esensial efektif menurunkan hiperlipidemia dan disertai pula penurunan proteinuria.
  4. Natrium rendah (0,5-1 gr/hari) sesuai beratnya retensu Na dan air.
  5. Caoan dibatasi selama masih ada sembab dan hiponatremia.
  6. Votamin dan mineral diberikan cukup terutama kalsium dan vitamin D kecuali natrium.
  7. Bumbu penyedap dipilih yang tidak mengandung natrium.

Catatan : masukkan protein 3,5 gr/kg Bb/hari dan cukup kalori akan menyebabkan sitesis albumin dan balans nitrogen positip maksimal pada penderita sindroma nefrotik atau ginjal bocor anak.

Tetapi akhir-akhir ini ada pendapat yang menyatakan bahwa masukan protein 1-2 gr/kgBB/hari diterima lebih mudah dibandingan dengan diit tinggi protein. Oleh karenanya satu bentuk diit kombinasi dari protein kualitas tinggi dengan jumlah yang sama dan masukan kalori yang lebih tinggi 20-50% diatas kebutuhan normal saat istirahat (resting reuirement) dinilai cukup untuk penderita sindroma nefrotik pada anak. Tinggi energy diperlukan untuk mencegah pemecahan protein sebagai sumber energi.


=====================================

>>> Xamthone Plus Membantu Pengobatan Penyakit Ginjal, Lihat Testimoni Disini!
=====================================


This entry was posted in Ginjal Bocor and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>